Sistem Informasi Keuangan adalah sistem informasi yang memberikan informasi kepada orang atau kelompok baik di dalam perusahaan maupun di luar perusahaan mengenai masalah keuangan perusahaan. MoDeL System Informasi Keuangan yaitu
Subsytem input dan Subsystem Output
Jenis aktivitas auditing :Auditing Keuangan, Auditing Operasional, Auditing Persetujuan
Informasi masyarakat keuangan Metode Untuk Memperoleh Inteligensi Keuangan : Perusahaan mengumpulkan inteligensi keuangan dengan 3 cara pokok, yaitu
Metode Non-Kuantitatif Metode Kuantitatif :Proses Penganggaran, Proses Penganggaran, Laporan Anggaran, Rasio Penampilan Sistem Informasi SDM SI yang menyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi personalia
Perangkat Lunak Keuangan Siap pakai Banyak Perangkat Lunak Siap Pakai (prewritten application software)
Subsistem Intelijen keuangan • Informasi Pemegang Saham
• Rasio Kinerja - Rasio kinerja (performance ratio): hubungan dari dua atau lebih indikator kegiatan organisasi yang menjadi suatu cara pengukuran
System Informasi keuangan mencakup 3 subsystem output: yaitu
- subsystem peramalan
- Subsystem manajemen dana
- subsystem pengontrolan
Subsystem pemrosesan data:
System perosesan data merupakan pondasi untuk membangun
semua subsistem CBIS yang berorientisai informasi (SIM, DSS, dan expert system).
Dasar Pemrosesan Data : Sinonim dengan Accounting, Subsistem Audit internal
Komunikasi informal, publikasi tertulis, dan database computer .
Misal : informasi gaji, ringkasan pajak, tunjangan-tunjangan, kinerja pegawai
Sering disebut dengan istilah :
-HRIS (Human Resource Information)
-HRMIS (Human Resource Management Information System)
-HRMS (Human Resource Management System)
- Berupa paket pengolahan data (gaji, persediaan dan piutang)
- Spreadsheet elektronik
- Sistem perangkat lunak siap pakai memungkinkan perusahaan kecil mencapai sistem pengendalian keuangan dengan investasi tidak terlalu besar
Laporan tahunan atau triwulan
- Informasi Masyarakat Keuangan
- Pengaruh Lingkungan pada Arus Uang
Lingkungan berpengaruh langsung atau tidak langsung pada arus uang melalui perusahaan
- Current Ratio (rasio lancar) = aktiva lancar dibanding hutang lancar
- Rasio perputaran persediaan (inventory turnover) = harga pokok persediaan dibanding nilai persediaan rata-rata.
SISTEM INFORMASI KEUANGAN
Rinda, Senin, 19 April 2010KEGUNAAN ATAU FUNGSI SIM PADA PERUSAHAAN
Rinda, Jumat, 25 Desember 2009SIM berguna untuk mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi.
Sistem merupakan kesatuan banyak hal yang terintegrasi untuk menjadi sebuah fungsi atau menghasilkan tujuan tertentu. Sistem Informasi Manajemen bertujuan menghasilakn informasi yang berguna untuk perusahaan.
Kegiatan ini mendukung proses bisnis perusahaan dan perlu diperhatikan untuk kelangsungan perusahaan. Oleh karena itu, komitmen perusahaan untuk menjalankan Sistem Informasi Manajemen haruslah sangat tinggi agar proses yang terjadi dilantai produksi menjadi menguntungkan bagi perusahaan.
Supaya informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi dapat berguna bagi manajamen, maka analis sistem harus mengetahui kebutuhan-kebutuhan informasi yang dibutuhkannya, yaitu dengan mengetahui kegiatan-kegiatan untuk masing-masing tingkat (level) manajemen dan tipe keputusan yang diambilnya. Berdasarkan pada pengertian-pengertian di atas, maka terlihat bahwa tujuan dibentuknya Sistem Informasi Manajemen atau SIM adalah supaya organisasi memiliki informasi yang bermanfaat dalam pembuatan keputusan manajemen, baik yang menyangkut keputusan-keputusan rutin maupun keputusan-keputusan yang strategis.
Beberapa kegunaan/fungsi sistem informasi antara lain adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji secara tepat waktu dan akurat bagi para pemakai, tanpa mengharuskan adanya prantara sistem informasi.
2. Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis.
3. Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.
4. Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan pendukung sistem informasi.
5. Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi.
6. Mengantisipasi dan memahami konsekuensi-konsekuensi ekonomis dari sistem informasi dan teknologi baru.
7. Memperbaiki produktivitas dalam aplikasi pengembangan dan pemeliharaan sistem.
8. Organisasi menggunakan sistem informasi untuk mengolah transaksi-transaksi, mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka.
9. Bank menggunakan sistem informasi untuk mengolah cek-cek nasabah dan membuat berbagai laporan rekening koran dan transaksi yang terjadi.
http://www.yoyoke.web.ugm.ac.id
10. Perusahaan menggunakan sistem informasi untuk mempertahankan persediaan pada tingkat paling rendah agar konsisten dengan jenis barang yang tersedia.
11. SIM untuk Pendukung Pengambilan Keputusan
Sebuah sistem keputusan, yaitu model dari sistem dengan mana keputusan diambil, dapat tertutup atau terbuka. Sebuah sistem keputusan tertutup menganggap bahwa keputusan dipisah dari masukkan yang tidak diketahui dari lingkungan. Dalam sistem ini pengambil keputusan dianggap:
- Mengetahui semua perangkat alternatif dan semua akibat atau hasilnya masing-masing
- Memiliki metode (aturan, hubungan, dan sebagainya) yang memungkinkan dia membuat urutan kepentingan semua alternatif.
- Memilih alternatif yang memaksimalkan sesuatu, misalnya laba, volume penjualan, atau kegunaan.
Sebuah sistem keputusan terbuka memandang keputusan sebagai berada dalam suatu lingkungan yang rumit dan sebagian tak diketahui. Keputusan dipengaruhi oleh lingkungan dan pada gilirannya proses keputusan kemudian mempengaruhi lingkungan. Pengambilan keputusan dianggap tidak harus logis dan sepenuhnya rasional, tetapi lebih banyak memperlihatkan rasionalitas hanya dalam batas yang dikemukakan oleh latar belakang, pandangan atas alternatif, kemampuan menangani suatu model keputusan, dan sebagainya.
13. Sistem Informasi Untuk Pengendalian Operasional
Pengendalian operasional adalah proses pemantapan agar kegiatan operasional dilaksanakan secara efektif dan efisien. Pengendalian operasional menggunakan prosedur dan aturan keputusan yang sudah ditentukan lebih dahulu. Sebagian besar keputusan bisa diprogramkan.
Pendukung pemrosesan untuk pengendalian operasi terdiri dari :
a. Proses transaksi
b. Proses laporan
c. Proses pemeriksaan
Beberapa contoh di bawah ini menggambarkan jenis dukungan keputusan yang dapat dibuat dalam sistem pengendalian operasional :
a. Suatu transaksi penarikan kembali sediaan menghasilkan suatu dokumen transaksi. Pengolahan transaksi juga dapat menyelidiki persediaan yang ada, dan memutuskan apakah suatu pesanan pembelian sediaan harus diadakan.
b. Suatu pemeriksaan terhadap file pegawai menjelaskan keperluan
http://www.yoyoke.web.ugm.ac.id
untuk suatu posisi. Komputer menyelidiki file pegawai menggunakan program untuk memilih kandidat secara kasar.
c. Laporan rutin dihasilkan secara periodik. Tetapi suatu aturan keputusan yang diprogramkan dalam suatu prosedur pengolahan laporan bisa menciptakan laporan khusus dalam suatu bidang masalah. Contoh : suatu analisis pesanan yang masih belum dilayani setelah 30 hari.
14. Sistem Informasi Untuk Pengendalian Manajemen
Informasi pengendalian manajemen diperlukan oleh manajer departemen untuk mengukur pekerjaan, memutuskan tindakan pengendalian, merumuskan aturan keputusan baru untuk diterapkan personalia operasional, dna mengalokasi sumber daya. Proses pengendalian manajemen memerlukan jenis informasi berikut :
1) Pekerjaan yang telah direncanakan (standar, ekspektasi, anggaran, dll)
2) Penyimpangan dari pekerjaan yang telah direncanakan
3) Sebab penyimpangan
4) Analisis keputusan atau arah tindakan yang mungkin
Database untuk pengendalian manajemen terdiri dari dua elemen utama :
(1) database dari operasional, dan
(2) rencana, anggaran, standar, dll yang mendefinisikan perkiraan tentang pelaksanaan, juga beberapa data eksternal seperti perbandingan industri dan indeks biaya.
Proses untuk mendukung keputusan kegiatan pengendalian manajemen adalah sebagai berikut :
- Model perencanaan dan anggaran
- Program-program laporan penyimpangan
- Model-model analisis masalah
- Model-model keputusan
- Model-model pemeriksaan/pertanyaan
situasi masalah, keputusan untuk penelaahan, dan jawaban atas pertanyaan.
15. Sistem Informasi Untuk Perencanaan Strategis
Tujuan perencanaan strategis adalah untuk mengembangkan strategi dimana suatu organisasi akan mampu mencapai tujuannya. Horison waktu untuk perencanaan strategis cenderung lama, sehingga perubahan mendasar dalam organisasi bisa diadakan, sebagai contoh :
a. Suatu rantai pertokoan dapat memustuskan untuk mengubah menjadi usaha melalui pesanan
b. Suatu toko serba ada dengan toko di pusat kota dapat memutuskan untuk mengubah menjadi suatu toko obral di luar kota.
Aktifitas perencanaan strategis tidak harus terjadi dalam suatu siklus periode seperti kegiatan pengendalian manajemen. Kegiatan ini memang agak tidak teratur, meskipun beberapa perencanaan strategis bisa dijadwalkan ke dalam perencanaan tahunan dan siklus penganggaran.
Beberapa jenis data yang berguna dalam perencanaan strategis menunjukkan ciri data :
a. Prospek ekonomi bagi bidang kegiatan perusahaan dewasa ini.
b. Lingkungan politik dewasa ini dan perkiraan masa mendatang
c. Kemampuan dan prestasi organisasi menurut pasaran, negara, dan sebagainya (berdasarkan kebijakan dewasa ini).
d. Proyeksi kemampuan dan prestasi masa mendatang menurut pasaran, negara, dan sebagainya (berdasarkan kebijakan dewasa ini).
e. Prospek bagi industri di daerah lain.
f. Kemampuan saingan dan saham pasar mereka.
g. Peluang bagi karya usaha baru.
h. Alternatif strategi
i. Proyeksi kebutuhan sumber daya bagi alternatif beberapa strategi.
Dukungan sistem informasi untuk perencanaan strategis tidak bisa selengkap seperti bagi pengendalian manajemen dan pengendalian.
operasional. Namun demikian sistem informasi manajemen dapat memberi bantuan yang cukup pada proses perencanaan strategis, misalnya:
- Evaluasi kemampuan yang ada didasarkan atas data internal yang ditimbulkan kebutuhan pengolahan operasional.
- Proyeksi kemampuan mendatang dapat dikembangkan oleh data masa lampau dan diproyeksikan ke masa mendatang
- Data pasar dan persaingan yang mungkin bisa direkam dalam database komputer.
16. SIM Berdasarkan Fungsi Organisasi
Sistem informasi manajemen dapat dianggap sebagai suatu federasi subsistem yang didasarkan atas fungsi yang dilaksanakan dalam suatu organisasi. Masing-masing subsistem membutuhkan aplikasi-aplikasi yntuk membentuk semua proses informasi yang berhubungan dengan fungsinya, walaupun akan menyangkut database, model base dan beberapa program komputer yang biasa untuk setiap subsistem fungsional. Dalam masing-masing subsistem fungsional, terdapat aplikasi untuk proses transaksi, pengendalian operasional, pengendalian manajemen, dan perencanaan strategis.
Baca Selengkapnya “KEGUNAAN ATAU FUNGSI SIM PADA PERUSAHAAN” »»
SIM PADA PERUSAHAAN
Rinda,Dikutip dari : docstoc.com Baca Selengkapnya “SIM PADA PERUSAHAAN” »»
METODOLOGI SIKLUS HIDUP SISTEM
Rinda, Kamis, 24 Desember 2009Siklus Hidup Sistem :
Metodologi adalah suatu cara yang disarankan untuk melakukan suatu hal.
Siklus hidup sistem adalah penerapan pendekatan sistem untuk pengembangan
sistem/subsistem informasi berbasis komputer.
Tahapan Siklus Hidup:
1.Perencanaan
2.Analisis
3.Rancangan
4.Penerapan dan Penggunaan
PENGELOLA SIKLUS HIDUP
EKSEKUTIF ; menetapkan kebijakan dan membuat rencana yang mengatur pemakaian komputer.
KOMITE PENGARAH SIM ; mengelola siklus hidup pengembangan sistem dalam perusahaan.
Fungsi Komite Pengarah sim :
1. Menetapkan kebijakan yang memastikan dukungan komputer untuk mencapai tujuan
strategis perusahaan.
2. Menjadi Pengendali Keuangan ; berwenang memberi persetujuan bagi semua permintaan
dana yang berhubungan dengan penggunaan komputer.
3. Menyelesaikan pertentangan yang timbul sehubungan dengan prioritas penggunaan
komputer.
Ketika tiap siklus hidup melaui tahap pengembangan, para pemimpin proyek mengawasi para anggota tim.
Keuntungan dari melaksanakan proyek CBIS :
1. Menentukan lingkup proyek.
2. Mengenali berbagai area permasalahan.
3. Mengatur urutan tugas.
4. Memberikan dasar untuk pengendalian.
Langkah-langkah dalam Tahap Perencanaan :
1. Menyadari masalah.
2. Mendefinisikan masalah.
3. Menentukan tujuan sistem.
4. Mengidentifikasi kendala-kendala sistem.
5. Membuat studi kelayakan ; tinjauan sekilas pada faktor-faktor utama yang
akan mempengaruhi kemampuan sistem untuk mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan.
6. Mempersiapkan usulan penelitian sistem.
7. Menyetujui atau menolak peneliyian proyek.
8. Menetapakan mekanisme pengendalian.
Langkah-langkah dalam Tahap Analisis :
1. Penelitian Sistem.
2. Mengorganisasikan tim proyek.
3. Mendefinisikan kebutuhan informasi.
4. Mendefinisikan kriteria kinerja sistem.
5. Menyiapkan usulan rancangan.
6. Menyetujui / menolak rancangan proyek.
Langkah-langkah dalam Tahap Rancangan :
1. Menyiapkan rancangan sistem yang terinci.
2. Mnegidentifikasikan berbagai alternatif konfigurasi sistem.
3. Menengevaluasi berbagai alternatif konfigurasi sistem.
4. Memilih konfigurasi yang terbaik.
5. Menyiapkan usulan penerapan.
6. Menyiapkan / menolak penerapan sistem.
Langkah-langkah dalam Tahap Implementasi :
1. Merencakan Penerapan.
2. Mengumumkan penerapan.
3. Mendapatkan sumber daya hardware.
4. Mendapatkan sumber daya sofware.
5. Meyiapkan database.
6. Menyiapakn fasilitas fisik.
7. Mendidik peserta dan user.
8. Masuk ke sistem baru.
Langkah-langkah dalam Tahapan Penggunaan :
. Menggunakan sistem.
. Audit sistem.
. Memelihara sistem :
^ Memperbaiki kesalahan.
^ Menjaga kemutakhiran sistem.
^ Meningkatkan sistem.
. Menyiapkan usulan rekayasa ulang.
. Menyetujui atau menolak rekayasa ulang.,
PROTOTYPING
Memberikan ide bagi designer sistem maupun user potensial tentang cara sistem akan berfungsi dalam bentuk lengkapnya.
Jenis-jenis Prototype :
1. Jenis I, akan menjadi sistem operasional.
Langkah - langkahnya :
- Mengidentifikasi kebutuhan user.
- Mengembangkan prototype.
- Menentukan apakah prototype dapat diterima.
- Menggunakan prototype.
2. Jenis II, langkah - langkahnya :
- Mengadakan sistem operasional.
- Menguji sistem operasional.
- Menentukan jika sistem operasional dapat diterima.
- Menggunakan sistem operasional.
Daya Tarik Prototype :
1. Komunikasi antar analisis sistem dan user membaik.
2. Analisis sistem dapat bekerja lebih baik dalam menentukan kebutuhan user.
3. User berperan lebih aktif dalam pengembangan sistem.
4. Spesialis informasi dan user dapat menghemat waktu dan usaha dalam mengembangkan
sistem.
5. Penerapan menjadi lebih mudah karena user mengetahui apa yang diharapkan.
Kelemahan Prototype :
1. Keterbatasan untuk menghasilkan prototype mungkin menghasilkan jlan pintas dalam
mendefinisikan masalah, evaluasi alternatif dan dokumentasi.
2. User begitu tertarik dengan prototype sehingga mereka mengharapkan sesuatu yang
tidak realistis.
3. Prototype jenis I mungkin tidak se-efisien sistem yang dikodekan dalam bahasa
pemprograman.
4. Hubungan komputer dengan manusia yang disediakan oleh peralatan prototype tertentu
mungkin tidak mencerminkan teknik perancangan sistem yang baik.
RAPID APPLICATION DEVELOPMENT
- Merupakan suatu siklus hidup pengembangan yang
dimaksudkan untuk menghasilkan sistem secara
cepat tanpa mengorbankan kualitas (James Martin,
1991)
- Merupakan seperangkat strategi, metodologi dan
peralatan yang terintegrasi yang ada dalam satu
kerangka kerja menyeluruh yang disebut dengan
information engineering.
- Information engineering merupakan pendekatan
yang menyeluruh dalam pengembangan sistem, yang memperlakukannya sebagai kegiatan seluruh perusahaan (James Martin, 1991).
Unsur-Unsur Penting RAD
Manajemen
Manusia
Metodologi
Perencanaan Kebutuhan
Rancangan Pemakai
Konstruksi
Cut-Over
Peralatan
Bahasa Pemrograman, Peralatan Prototyping dan pengkodean
COMPUTER AIDED SOFTWARE ENGINEERING ( C A S E )
Merupakan kategori perangkat lunak yang bertujuan mengalihkan sebagian beban kerja pengembangan sistem dari manusia ke komputer.
4 Kategori peralan C A S E :
1. Peralatan CASE tingkat atas; dapat dibuat oleh eksekutif perusahaan saat mereka
membuat perencanaan strategis.
2. Peralatan CASE tingkat menengah; dapat digunakan selam tahap analisis dan
perancangan untuk mendokumentasikan proses dan data dari sistem yang telah ada
maupun sistem yang baru.
3. Peralatan CASE tingkat bawah; digunakan selama tahap implementasi dan penggunaan
untuk membantu programmer.
4. Peralatan CASE terintegrasi; menawarkan cakupan kombinasi dari peralatan CASE
tingkat atas, menengah dan bawah.
SisTem Informasi MaNaJeMeN
Rinda, Sabtu, 21 November 2009A. Definisi Sistem Informasi Manajemen
1. Sistem informasi akuntansi (accounting information system)
2. Sistem informasi pemasaran (marketing information system)
3. Sistem informasi manajemen persediaan
4. Sistem informasi personalia (personnel information systems)
5. Sistem informasi distribusi (distribution information systems)
6. Sistem informasi pembelian (purchasing information systems)
7. Sistem informasi kekayaan (treasury information systems)
8. Sistem informasi analisis kredit (credit analiysis information systems)
9. Sistem informasi penelitian dan pengembangan
10.Sistem informasi teknik (engineering information systems)
Copyright © 2003-2007 IlmuKomputer.Com 10
Semua sistem-sistem informasi tersebut dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada semua tingkatan manajemen, yaitu manajemen tingkat bawah (lower level management), managemen tingkat menengah (middle level management) dan manajemen tingkat atas (top level management).Top level management dengan executive management dapat terdiri dari direktur utama (president), direktur (vise-president) dan eksekutif lainnya di fungsi-fungsi pemasaran, pembelian, teknik, produksi, keuangan dan akuntansi. Sedang middle level management dapat terdiri dari manajer-manajer devisi dan manajer-manajer cabang. Lower level management disebut degan operating management dapat meliputi mandor dan pengawas. Top level management disebut juga dengan strategic level, middle level management dengan tactical level dan lower management dengan tehcnical level. Informasi dan SIM untuk semua tingkat manajemen
B. Evolusi/Perkembangan Konsep SIM
Gagasan sebuah sistem informasi untuk mendukung manajemen dan pengambilan keputusan telah ada sebelum dipakainya komputer, yang memperluas kemampuan keorganisasian untukmenerapkan sistem semacam itu. Perluasan kemampuan tersebut sedemikian menyolok sehingga SIM dianggap sesuatu yang baru karena baru kini dapat dipakai. Banyak dari gagasan yang merupakan bagian SIM berkembang/ berevolusi dari bagian ilmu pengetahuan lain. Ada empat bidang pokok konsep dan pengembangan sistem yang sangat penting dalam melacak asala mula konsep SIM: perakunan manajerial, ilmu ManaJemen Tingkat Atas, Manajemen Tingkat menengah, Manajemen Tingkat bawah, Informasi Informasi SIM,
Copyright © 2003-2007 IlmuKomputer.Com 11
Disini perlu dianggap bahwa bidang perakunan dibagi atas dua bidang pokok, yaitu perakunan keuangan dan perakunan manajerial. Perakunan keuangan (financial accounting)berhubungan dengan pengukuran pendapatan dalam suatu periode tertentu,misal dalam satu bulan atau satu tahun (laporan rugi-laba/income statement)dan melaporkan status keuangan pada akhir periode (neraca). Karena sebuah oraganisasi beroperasi secara terus menerus sepanjang waktu, pengukuran pendapatan untuk suatu jangka waktu tertentu meliputi pertanyaan-pertanyaan pengukuran penerimaan dalam suatu periode dan mengenali serta membandingkan biaya yang timbul untuk menghitung laba.Sistem pelaporan untuk organisasi yang dikembangkan oleh perakunan manajerial pada umumnya mencerminkan gagasan perakunan tanggungjawab (responsibility accounting) dan perakunan mampu laba (profitability accounting). Laporan tersebut disusun untuk menunjukkan adanya penyimpangan dari rencana prestasi dan sebab-sebab penyimpangan tersebut.
Perakunan manajerial juga menggunakan teknik keputusan yang berorientasi pada biaya seperti penganggaran modal, analisis impas dan penetapan harga transfer. Singkatnya, perakunan keuangan adalah sebuah sistem informasi dengan aturan dan pengolahan ke arah menyuguhkan informasi yang tepat bagi penanam modal dan pemberikredit.Perakunan manajerial adalah sebuah sistem informasi yang berorientasi pada manajemen intern serta pengendalian dan karenanya berhubungan erat dengan SIM.
*Ilmu Pengetahuan Manajemen
Ilmu manajemen atau penelitian operasional adalah penerapan metode ilmiah dan teknik teknik analisis kuantitatif terhadap masalah manajemen. Beberapa di antara konsep konsep pokoknya adalah:
1. Penekanan ancangan sistematis dalam pemecahan persoalan dan penerapan metode
ilmiah pada penelitian.
2. Memakai model matematis dan prosedur matematis serta statistis dalam analisis.
3. Bertujuan mencari keputusan optimal atau kebijakan optimal.
Komunitas eLearning IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003-2007 IlmuKomputer.Com 12
Dalam penyelesaiannya cenderung memakai kriteria ekonomis atau teknik daripada kriteria perilaku, dengan penekanan metode teknis dalam memecahkan persoalan. Keberhasilan ilmu pengetahuan manajemen di dalam organisasi yang paling menyolok adalahpada persoalan operasional dan keputusan taktis. Misalnya manajemen sediaan barang (inventory management) telah mendapat perhatian besar,demikian pula penjadualan produksi, penentuan letak pabrik, penjaluran angkutan (transportation routing), dan analisis penanaman modal.
Beberapa teknik umum sehubungan dengan ilmu pengetahuan manajemen adalah:
• Pemrograman integer (integer programming)
• Pemrograman dinamis (dynamic programming)
• Teori pengantrian (queueing theory)
• Teori permainan (game theory)
• Teori keputusan (decision theory)
Ilmu pengetahuan manajemen adalah sebuah perkembangan penting dalam sistem informasi manajemen berdasarkan komputer, karena ilmu pengetahuan manajemen telah mengembangkan prosedur-prosedur untuk analisis dan pemecahan berdasarkan komputer dalam banyak jenis persoalan keputusan. Ancangan sistematis dalam pemecahan persoalan,pemakaian model, teknik-teknik ilmu pengetahuan manajemen, dan algoritma pemecahan berdasarkan komputer umumnya digabungkan dalam rancangan SIM.
*Teori Manajemen
Dalam memahami evolusi konsep SIM, perkembangan terakhir dalam teori manajemen cukup pesat. Bila dalam ilmu pengetahuan manajemen perkembangannya menekankan optimisasi sebagai tujuan, maka teori manajemen sekarang menekankan pemuasan dan mempertimbangkan keterbatasan manusia dalam mencari pemecahan. Sejumlah periset manajemen telah memusatkan perhatian pada segi-segi keperilakuan dan motivasi pada struktur keorganisasian serta sistem dalam organisasi. Perkembangan dalam teori manajemen ini penting untuk merancang SIM, karena membantu dalam memahami peranan sistem manusia/mesin serta bermanfaat untuk mengembangkan model-model keputusan.
*Pengolahan Komputer
Semula komputer tidak direncanakan untuk pengolahan informasi, tetapi kini terutama justru diterapkan dalam bidang ini. Persyaratan teknis sebuah sistem informasi manajemen
Copyright © 2003-2007 IlmuKomputer.Com13
berdasarkan komputer secara singkat, adalah:
Elemen/unsur Persyaratan SIM
Perangkat keras Pengolah pusat yang mampu beroperasi secara online.
Kecepatan pengolahan harus cukup tinggi
ngatan/memory komputer harus besar.
Penyimpan/storage besar dan cepat dalam keluar masuknya data.
Metode manajemen penyimpan perangkat keras/lunak guna meningkatkan ingatan komputer
Piranti (peripheral) masukan dan keluaran.Terminal untuk meminta dan menerima informasi secara online.Komunikasi data.Perangkat lunak Bahasa Komputer tingkat tingi
Sistem manajemen data base
Sistem Pengoperasian Operasi secara online.
Pemrograman ganda (multiprogramming).
sumber : ilmukomputer.org